Sunday, April 16, 2017

Edukasi Pendidikan


Manusia dalam pendapat saya, lahir ke dunia ini mempunyai peran, takdir dan tujuannya masing-masing. Untuk mencapai sukses dalam tiga hal tersebut, manusia membutuhkan bimbingan yang terarah dan berkelanjutan untuk mewujudkannya. Hingga pada akhirnya dihasilkan kualitas manusia yang baik dan mumpuni dari proses bimbingan tersebut. Untuk itu diperlukan bentuk bimbingan yang sesuai dengan tingkat umur dan karakter seseorang. Salah satu bentuk bimbingan yang sudah sering kita dengar ialah edukasi. Edukasi atau biasa disebut pendidikan merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa (misalnya anak-anak) menuju kepada kedewasaan melalui usaha menolong manusia yang belum dewasa tersebut untuk melaksanakan tugas-tugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila (M.J Langeveld). 

Tujuan dari pendidikan itu sendiri ialah menumbuhkan kecakapan atau sikap mandiri serta karakter dari individu yang diberikan edukasi atau pendidikan. Menurut Langeveld pendewasaan diri seseorang atau individu memiliki ciri-ciri yaitu : 
 - kematangan berpikir
 - kematangan emosional
 - memiliki harga diri
 - sikap dan tingkah laku yang dapat diteladani
 - serta kemampuan pengevaluasian diri 

Kelima ciri diatas merupakan gambaran karakter individu yang sudah mantap melalui suatu proses pembentukan karakter yang tidak instan. Pembentukan karakter seseorang mulai terbentuk sejak ia di usia dini dimana pembentukan tersebut dapat dipengaruhi oleh genetik dan lingkungan sekitarnya. Dalam proses pembentukan karakter ini akan mempengaruhi cara individu dalam melihat orang lain dan lingkungannya serta dapat terlihat dalam prilaku sehari-harinya. Karakter dapat menentukan pengalaman pribadi seseorang dan tindakan yang dapat dilakukannya. Karakter yang baik memiliki motivasi untuk melakukan apa yang benar, sesuai dengan standar tertinggi perilaku di dalam setiap situasi (Hill, 2002). Pendidikan karakter yang tepat dapat membantu individu atau seseorang dalam berpikir dan berprilaku baik di lingkup keluarga, masyarakat, maupun dalam lingkup yang lebih tinggi yaitu kegiatan bernegara. 

Ada enam jenis karakter yang menjadi acuan individu untuk berprilaku yang terdapat dalam The Six Pillars of Character yang dikeluarkan oleh Character Counts Coalition ( a project of The Joseph Institute of Ethics). Enam jenis karakter yang menjadi acuan individu dalam berprilaku yaitu :
 - Trustworthiness atau karakter yang dapat dipercaya, merupakan salah satu bentuk karakter acuan yang membuat seseorang memiliki integritas, jujur, dan loyal (kesetiaan) dalam dirinya. Perilaku yang mencerminkan karakter ini ialah tindakan tidak mencontek saat ujian berlangsung. 
 - Fairness atau karakter yang adil, merupakan salah satu bentuk karakter acuan yang mana membuat seseorang memiliki pemikiran terbuka terhadap suatu hal atau peristiwa serta tidak suka memanfaatkan orang lain. 
 - Caring atau karakter peduli, merupakan salah satu bentuk karakter acuan yang membuat seseorang memiliki sikap peduli dan perhatian terhadap orang lain maupun kondisi sosial lingkungan sekitar.
 - Respect atau karakter yang memiliki rasa hormat atau penghargaan, merupakan salah satu bentuk karakter acuan yang membuat seseorang selalu menghargai dan menghormati orang lain. contoh bentuk prilaku ini adalah menghargai dan tidak menganggap remeh pendapat atau cita-cita orang lain.
 - Citizenship atau karakter kewarganegaraan, merupakan salah satu bentuk karakter acuan yang membuat seseorang memiliki perilaku sadar hukum dan peraturan serta peduli terhadap lingkungan alam. contoh bentuk perilaku ini salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan ke sungai karena dapat mencemari air sungai dan tidak sesuai dengan peraturan negara mengenai kebersihan lingkungan. 
 - Responsibility atau karakter yang bertanggung jawab, merupakan salah satu bentuk karakter acuan yang membuat seseorang memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, dan selalu melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin. Perilaku ini dapat tercermin ketika seorang murid mendapatkan tugas dari gurunya dan mengerjakannya tepat waktu dan dengan usaha optimalnya. 

Enam karakter yang sudah dijelaskan sebelumnya memiliki keterkaitan dan hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Untuk menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan yang sedang ditempuh, seseorang juga harus memiliki kelima karakter yang lain agar hasil atau target yang ingin dicapai bisa diraih dengan hasil yang optimal. Pengajaran dan pengajar yang tepat memegang peranan yang penting dalam pembentukan dan peningkatan karakter seseorang (individu). Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca blog baru saya dan read my blog next time :)  

Sumber referensi :
 - http://www.7topranking.com/2013/02/7-definisi-pendidikan-menurut-para-ahli.html
 - http://www.edukasinesia.com/2015/10/pengertian-edukasimacam-macam_13.html
 - http://ced.petra.ac.id/index.php/ind/article/viewFile/16334/16326